Sebagian anak balita bergizi buruk berasal dari keluarga mampu.
SURABAYA -- Sebanyak 5.000 anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Jawa Timur dinyatakan mengalami masalah kurang gizi, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo menyatakan.
Jumlah yang besar ini, kata Imam dalam pidato penyambutan istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, Rabu lalu di Surabaya, karena banyaknya keluarga sangat miskin di Jawa Timur. "Dari 38 juta jiwa penduduk Jatim, masih terdapat 7,1 juta jiwa yang tergolong sangat miskin," katanya.
Untuk menekan jumlah anak kurang gizi, Imam menyatakan pemerintah mengoptimalkan 43 ribu lebih posyandu dan 1.400 posyandu mandiri di wilayahnya.
Masalahnya, katanya, adalah dana. "Apalagi dana Askeskin (Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin) dari pusat hingga saat ini juga tak kunjung turun," ia menambahkan.
Laporan gizi buruk selalu muncul dari daerah-daerah di Jawa Timur. Di Lamongan, Dinas Kesehatan menyatakan jumlah kasus gizi buruk mencapai 244 pada tahun lalu. Dua di antaranya masuk kategori busung lapar (marasmus kwashiorkor)