Ditulis oleh muthia ulfah   

Totalitas telah melaksanakan program Rehabilitasi Gizi Buruk dan Gizi Kurang, khususnya untuk anak usia 6 bulan s/d 5 tahun, dengan pendekatan  positive deviance (PD) di Kanagarian Guguak Sarai Kecamatan Sungai Lasi Kabupaten Solok atas bantuan dana filantropi (sumbangan para pengusaha Sumatera Barat) dan KPMM (Konsursium Pengembangan Masyarakat Madani). Program ini berlangsung sejak bulan Juli sampai Oktober 2006.

Dengan Program PD Totalitas mencoba mengajak masyarakat Guguak Sarai untuk melaksanakan suatu kegiatan (program) rehabilitasi gizi  khususnya bagi anak-anak status gizi kurang dan buruk dalam suatu pos rehabilitasi dengan memakai metode pendekatan positive deviance (PD) atau penyimpangan yang positif. PD merupakan pendekatan yang tradisional untuk menemukan prilaku-prilaku sehat dari komunitas mereka sendiri dan konsumsi makanan  bergizi yang ada di lingkungan mereka sendiri, yaitu dari keluarga miskin yang punya anak sehat. Perilaku sehat itu dapat berupa  konsumsi makanan bergizi, perawatan anak yang baik, pengasuhan yang baik, pengolahan bahan makanan yang baik  dan prilaku-prilaku sehat lainnya. Di Pos Rehabilitasi Gizi, nantinya ibu PD (ibu yang memiliki balita sehat dari keluarga miskin) akan melakukan sharing dengan ibu-ibu peserta pos (ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita dengan  gizi yang  buruk dan gizi kurang) sehingga ibu-ibu tersebut dapat belajar dari ibu PD. Dengan kata lain,  mereka melihat dan belajar dari yang telah ada dan dari komunitas  mereka sendiri yang sama dan sederajat.

 
Literature
PD Network
News
PD Regional Forum
Search

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Home
"Mencari Solusi untuk Masalah Gizi Buruk” Print E-mail

oleh : Agusman Rizal,  FNS Project Coordinator Plan International Indonesia NT Area

Kupang (2009). “Inti utama dari penerapan Positive Deviance (PD/Penyimpangan Positif) pada Pos Gizi adalah  mencari solusi untuk masalah gizi buruk dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan kita sendiri” kata Ibu Herlindis (Staf Dinkes Kab.Sikka dan Anggota Team PD Kab Sikka). Pernyataan tersebut disampaikan pada kegiatan Public Expose: “Berbagi Pengalaman Intervensi Pangan & Gizi terintegrasi” pada tanggal 16 Maret 2009 di Kupang.

Kegiatan ini merupakan langkah yang ditempuh Integrated Food & Nutrition Security (IFNS) Project untuk menyebarluaskan intervensi pangan & gizi terintegrasi dalam upaya mengurangi Balita kurang gizi, serta diharapkan adanya  perbaikan intervensi melalui input yang disampaikan oleh pemangku kepentingan, dan juga lembaga-lembaga yang mengimplementasikan program serupa.

Penerapan Pendekatan Penyimpangan Positif dalam implementasi Pos Gizi berdampak menaikan status gizi balita  peserta pos gizi. Karena Kekuatan Penyimpangan Positif terletak pada solusi untuk permasalahan yang terjadi di masyarakat yang penyelesaiannya sebenarnya  berada tepat di depan mata Mereka”. Kata Ibu Herlindis selanjutnya.

Menariknya pendekatan ini terletak pada bagaimana mempelajari perilaku-perilaku positif yang dilakukan oleh tetangga-tetangga sekitar Kita yang memiliki tingkat ekonomi sama-sama tidak mampu tetapi memiliki anak gizi baik dan untuk merehabilitasi anak-anak yang kurang gizi melalui kegiatan pos gizi dan pendampingan di rumah

Contoh kasus di Pos Gizi Pleat Desa Tanarawa dengan menerapkan Pendakatan Penyimpangan Positive dari 13 balita peserta Pos Gizi yang dilaksanakan bulan Mei 2008 hasil perbandingan penimbangan berat badan di hari ke 10 atau akhir sesi Pos Gizi terjadi kenaikan berat badan hampir semua peserta. Hasil monitoring beberapa bulan kemudian, tetap terjadi kenaikan,  walupun ada anak yang turun berat badannya, tapi ini dikarenakan anak tersebut sakit.

plan21.jpgMenurut Ibu Herlindis faktor lain yang juga berkontribusi mempengaruhi kenaikan berat badan balita tersebut adalah dengan adanya antusiasme dari keluarga untuk melakukan swadaya bahan makanan, tingkat kehadiran peserta pos gizi mencapai 100 %,  setelah kader posyandu melakukan kunjungan rumah banyak ibu-ibu yang mempraktekan menu makanan dan juga adanya pendampingan dengan sistem orang tua asuh  dengan setiap kader bertanggungjawab terhadap 3 balita gizi buruk.

Diutarakannya juga untuk perbaikan ke depan masih diperlukan langkah-langkah antara lain; penyusunan menu disesuaikan dengan musim,  sosialisasi ulang tentang PD kepada ibu-ibu,  menjalankan pesan-pesan kesehatan kepada ibu bayi saat pelaksanaan pos gizi dan perlu pelatihan pembuatan APE lokal untuk kader dan orang tua

Thanks

Selamat Tinggal Gizi Buruk

Last Updated ( Monday, 15 March 2010 )
 
Next >

Who's Online

© 2010 Positive Deviance Resource Center
Power by JOOMLA