There are no translations available

Serang--RRI-Online, Tujuh anak usia bawah lima tahun (Balita) penderita gizi buruk meninggal dunia saat mendapatkan perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang, Banten.

Kepala Subdin Kesehatan Keluarga (Kesga), Dinas Kesehatan, Kabupaten Serang, dr.Sri Nurhayati, Rabu (2/1), mengatakan, ketujuh balita tersebut meninggal akibat terserang berbagai penyakit penyerta seperti tuberkulosis, pneumonia, sesak napas dan lainya.

Mereka saat dirujuk ke rumah sakit dalam kondisi sangat parah sehingga petugas medis setempat, tidak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan nyawa korban.

 
Literature
PD Network
News
PD Regional Forum
Search

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Home
Mengatasi Masalah Pangan dan Gizi adalah Tugas Bersama
There are no translations available

Sabtu, 04 Juli 2009 03:14 Agusman Rizal
  
Pewarta-Indonesia, KUPANG - Musim Kemarau sudah di depan mata, apakah akan berulang lagi permasalahan kerawanan pangan yang berdampak adanya anak-anak kurang gizi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kurang gizi pada anak-anak terutama balita banyak dijumpai di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Menurut data Dinas Kesehatan NTT, sejak awal Januari sampai 13 Juni 2008 tercatat 23 anak balita di Nusa Tenggara Timur meninggal dunia karena gizi buruk. Secara keseluruhan, sejumlah 12.818 anak balita di NTT mengalami gizi buruk dan 72.067 balita menderita gizi kurang.

Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kerawanan pangan bukan satu-satunya penyebab kekurangan gizi. Intervensi untuk mengatasi kurang gizi seringkali terbatas pada upaya-upaya kuratif jangka-pendek untuk mengatasi konsekuensi terburuk dari kekurangan gizi namun sedikit sekali membahas akar permasalahannya. Intervensi jangka pendek pada akhirnya akan memperburuk masalah karena sumber daya dipisahkan dari pendekatan jangka panjang yang lebih struktural.

Study yang dilakukan Universitas Indonesia 2006 dan Institut Pertanian Bogor 2007 di Kabupaten Sikka dan Lembata di beberapa lokasi di mana Plan Indonesia bekerja menunjukkan bahwa kurang gizi memiliki banyak penyebab yang mendasar namun di NTT sebagian akar permasalahan yang spesifik adalah: praktek pengasuhan yang buruk dalam keluarga, sangat terbatasnya keragaman pada makanan khususnya untuk balita, rendahnya kualitas pangan, frekuensi penyakit pada anak yang tinggi dengan khususnya diare dan malaria yang mempengaruhi asupan zat gizi, terbatasnya kapasitas produksi pangan yang dipengaruhi oleh hujan yang tidak menentu dan musim kering yang panjang, dan terbatasnya peluang mata pencaharian di luar bertani. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang gizi yang baik adalah faktor yang ikut memberi kontribusi terhadap sejumlah penyebab ini.

Selengkapnya...
 
Food Security Capacity Building and Beyond
There are no translations available

Jenis Berkas :  Microsoft Word- Versi HTML  

Julie Hettinger, Food for the Hungry: Local Determinants of Malnutrition Study. Presentation. Positive Deviance, Hearth Trainings ..... Africa Forum 2009Results of communities of practice to be featured for replication for other ...
Source : www.foodsecuritynetwork.org/.../Food%20Security%20Capacity%20Building_Day1_Notes.doc

Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 13 July 2009 )
 
Abstract
There are no translations available

Pengaruh “Positive Deviance” Pada Ibu Dari Keluarga Miskin Terhadap Status Gizi Anak Usia 12 –24 Bulan Di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Tahun 2007

Creator: Frisda Turnip

Versi Indonesia

Masa krisis pertumbuhan dan perkembangan anak berada pada usia 12-24 bulan disebut “Periode Kritis”, karena pada usia ini anak mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang sangat cepat dan memerlukan gizi yang baik. Namun pada periode tersebut anak umumnya sudah mempunyai adik lagi sehingga anak kurang mendapatkan perhatian dari orangtua, ataupun gizi kurang, penyakit infeksi dan parasit serta problem psikologis pada anak. Masalah ini mempermudah timbulnya masalah gizi di masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi bulan Desember 2005, di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi tercatat 15.846 keluarga miskin (17,77% dari 88.335 keluarga) dengan jumlah anak balita gizi baik tertinggi yaitu 4.524 balita (34,32%). Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak selamanya keluarga miskin memiliki anak balita dengan gizi buruk. Oleh karena itu diduga ada faktor lain yang berperan penting dalam menentukan status gizi anak, salah satunya adalah “Positive deviance” (pola pemberian makan, pola pengasuhan, kebersihan diri dan perolehan pelayanan kesehatan). Untuk itu dilakukan penelitian pengaruh “Positive deviance” ibu dari keluarga miskin terhadap status gizi anak usia 12-24 bulan di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control study, dan analisa dilakukan dengan chi-square test dan regresi logistik berganda. Sampel sebanyak 80 orang ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan dari 213 ibu, berdasarkan hasil screening terhadap status gizi anak. Penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kebiasaan pemberian makan, pola asuh, kebersihan diri dan akses pelayanan kesehatan terhadap status gizi anak usia 12 – 24 bulan (p<0,05). Pada keluarga miskin peluang terjadinya status gizi tidakbaik mengalami 4 kali peningkatan bila kebiasaan pemberian makan tidak baik; 9 kali peningkatan bila penerapan pola asuh tidak baik; 6 kali peningkatan bila kebiasaan kebersihan diri tidak baik; 11 kali peningkatan bila akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan tidak baik. Hasil analisis mutivariat terhadap semua faktor positive deviance menunjukkan peluang paling besar untuk terjadinya status gizi tidak baik pada anak usia 12-24 bulan adalah kebersihan diri anak tidak baik Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik anak usia 12-24 bulan dari keluarga miskin di Kecamatan Sidikalang dipengaruhi oleh positive deviance ibu dalam pola pengasuhan, kebersihan diri dan pelayanan kesehatan.

Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 13 July 2009 )
Selengkapnya...
 
Masculinity and Risk Behavior Among Youth in Thailand
There are no translations available

Jenis Berkas : Adobe Acrobat

The present analysis is based on qualitative data collected in .... Exposure to positive deviance among peer networks, and ...
source : rinceton.edu/download.aspx?submissionId=51360 - Mirip

Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 26 June 2009 )
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 29 - 35 dari 217

Who's Online

Saat ini ada 15 tamu online
© 2010 Positive Deviance Resource Center
Power by JOOMLA